DaerahEkobisNews

Luncurkan Ekspor Perdana Feronikel, Gubernur Sultra: Mengapa Hanya PT CNI yang Melalui PT Pelindo Kendari

×

Luncurkan Ekspor Perdana Feronikel, Gubernur Sultra: Mengapa Hanya PT CNI yang Melalui PT Pelindo Kendari

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka

MEDIASULTRA.CO.ID I KENDARI – Mengapa hanya PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) yang melakukan ekspor Feronikel melalui PT Pelindo Kendari, padahal ada beberapa perusahaan smelter lainnya di Sulawesi Tenggara (Sultra)? Pertanyaan ini diajukan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), saat meluncurkan ekspor perdana Feronikel langsung ke China di fasilitas PT Pelindo, pada Rabu (28/1/2026).

“Saya dengar tadi yang berangkat dari sini (Pelabuhan Peti Kemas Kendari New Port, red) hanya PT Ceria. Pertanyaan saya kenapa Antam tidak lewat sini, kenapa Virtue Dragon tidak lewat sini, dan OSS tidak lewat sini?. Nanti, tolong Disperindag cari jawabannya kenapa tidak lewat sini?,” ucap Gubernur saat menyampaikan sambutannya, sebelum pelepasan keberangkatan 46 kontainer pengangkut ekspor langsung (direct export) Feronikel tujuan China.

Gubernur menyayangkan bahwa perusahaan penghasil Feronikel di Sultra yang sudah go public ada PT Antam, PT OSS, dan VDNI. Tapi hanya PT Ceria yang melalui pelabuhan Terminal Peti Kemas Kendari New Port untuk kegiatan ekspor.

“Tolong nanti dicari jawabannya apa? Kenapa tidak lewat di sini,” pintanya.

Sementara itu, General Manager Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional IV Kendari, Herriyanto, menjelaskan kegiatan ekspor di pelabuhan Terminal Peti Kemas Kendari New Port sangat memadai. Bahkan sebelumnya kegiatan ekspor harus melewati proses double handling di Makassar (Tanjung Perak) atau Jakarta (Tanjung Priok). Tapi kini dengan adanya direct export melalui Kendari New Port, rantai logistik berhasil dipangkas secara signifikan. Mengingat dampaknya, efisiensi waktu terbuang dan yang paling merugikan nama Sultra tidak tercatat dalam data ekspor nasional.

“Sekarang dengan adanya direct export (ekspor langsung) kontainer ekspor langsung datang ke Kendari dan langsung dikirim dari Pelabuhan Kendari New Port ke negara tujuan. Kalau dulu harus di bongkar di Surabaya atau Makassar, dan Jakarta. Kita cuma dapat ampasnya, karena mereka yang catat,” ujarnya, di tempat yang sama pelepasan ekspor langsung Feronikel, Rabu (28/1/2026).

Dia menegaskan, jika nantinya PT Antam, OSS, dan VDNI menggunakan Pelabuhan Terminal Peti Kemas Kendari New Port untuk kegiatan ekspor, Pelindo sangat mampu.

“Kita mampu untuk itu. Nah, sekarang bagaimana kita konsolidasikan hal itu, antara pemerintah dan pengusaha, supaya bisa kita gerakan komoditi ekspor melalui pelabuhan ini,” katanya.

Untuk kegiatan ekspor langsung dari Pelabuhan Terminal Peti Kemas Kendari New Port, Pelindo sudah menjalani hubungan kerja sama dengan dua perusahaan internasional langsung dari China untuk pengiriman. Hal ini dilakukan untuk menstimulus kegiatan ekspor di Sulawesi Tenggara secara khusus untuk peningkatan perekonomian.

“Inilah saatnya menggerakkan komoditi ekspor ini untuk Sultra dan berapa kontainer yang harus disiapkan setiap harinya. Karena setiap harinya kami telah menyiapkan 90 unit kontainer tapi yang terisi hanya beberapa, dan kecepatan bongkar muat 25 unit per jam,” jelas Herriyanto.

Pada sisi lain, lanjut dia, dengan sistem ekspor langsung ini, pendapatan daerah melalui Bea Cukai dipastikan meningkat tajam dan manfaatnya juga besar bagi para pengusaha.

“Kehadiran Kendari New Port sebagai pelabuhan petikemas modern telah membuka akses perdagangan global yang lebih luas, memperpendek rantai distribusi, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi ekspor,” tutur Herriyanto.

Menanggapi arahan gubernur, Kepala Disperindag Sultra, Sukanto Toding, menduga kemungkinan besar, perusahaan seperti PT Antam itu tidak melakukan pengiriman produksi Feronikelnya melalui pelabuhan Kendari karena sudah ada kontrak dengan perusahaan lain ataupun dilakukan ekspor secara mandiri.

“Bisa saja mereka memiliki kuota sendiri untuk meng ekspor secara mandiri,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyatakan akan tetap menindaklanjuti arahan gubernur. Terlebih lagi sudah memiliki gambar tentang kegiatan ekspor di pelabuhan Terminal Kendari New Port.

“Jadi tadi itu sudah dijelaskan oleh Pelindo bahwa kegiatan ekspor di sini sudah siap,” pungkasnya.

Laporan : H/A

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *