DaerahNews

Direktur PT AJS Tegaskan Belum Ada Aktivitas Penambangan di Wawonii

×

Direktur PT AJS Tegaskan Belum Ada Aktivitas Penambangan di Wawonii

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Direktur PT Adnan Jaya Sekawan (AJS), Stargo Agus.

MEDIASULTRA.CO.ID I KENDARI – Direktur PT Adnan Jaya Sekawan (AJS) Stargo Agus menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada satu pun aktivitas penambangan di Wawonii. Sikap tegas ini disampaikan Agus menyusul maraknya pemberitaan media yang dinilai menyudutkan dan tidak mencerminkan kondisi faktual di lapangan,

“Saat ini PT AJS baru mengantongi Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) untuk batuan diorit. Tahapan tersebut, menurut perusahaan, belum berarti adanya aktivitas penambangan, karena masih terdapat proses perizinan lanjutan dan tahapan administratif yang harus dipenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujar Agus, Kamis (29/1/2026).

Perusahaan juga memastikan, masih Agus, bahwa tidak terdapat alat berat di lokasi, tidak ada aktivitas penggalian, pengangkutan material, maupun kegiatan lain yang dapat dikategorikan sebagai operasi tambang. Dengan demikian, tudingan adanya dampak lingkungan maupun sosial dinilai tidak berdasar.

Sementara terkait pemberitaan yang menyoroti struktur kepemilikan perusahaan, Koptu Aditia Warman mengakui keterlibatannya dalam PT AJS. Ia juga menegaskan bahwa dirinya sedang dalam proses pengajuan pensiun dini sebagai prajurit TNI, dan hingga saat ini masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) resmi.

“Saya sudah lama mengajukan pensiun dini. Saat ini masih menunggu SK. Tidak ada yang saya tutupi, dan semua data perusahaan tercatat resmi di Administrasi Hukum Umum (AHU),” terang Aditya.

Aditya juga membantah anggapan bahwa keberadaan PT AJS telah menjalankan aktivitas tambang secara diam-diam. Ia menilai pemberitaan yang berkembang telah melampaui fakta dan menggiring opini publik secara prematur.

PT AJS menyatakan menghormati kebebasan pers dan kerja jurnalistik, namun mengingatkan pentingnya prinsip akurasi, keberimbangan, dan konfirmasi sebelum menyampaikan informasi ke publik.

“Kami berharap media dapat menyajikan informasi secara utuh dan berimbang. Jangan sampai opini yang tidak berdasar menimbulkan keresahan di masyarakat,” tutupnya.

Laporan : Redaksi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *