MEDIASULTRA.CO.ID I KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) mengukuhkan delapan guru besar baru, menambah jumlah guru besar menjadi 172 orang. Mereka berasal dari Fakultas Ilmu Budaya, Ekonomi dan Bisnis, Pertanian, dan Teknik. Pengukuhan yang digelar di Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo tersebut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, jajaran Senat Universitas, Dewan Guru Besar, pimpinan universitas, serta civitas akademika UHO, Senin (9/2/2026).
Mengawali sambutannya Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Herman, S.H., LL.M mengucapkan selamat kepada delapan guru besar yang dikukuhkan hari ini atas keberhasilannya mencapai jabatan fungsional guru besar. Pencapaian predikat guru besar, menjadi awal mula sebuah perjuangan untuk memantapkan khazanah keilmuan yang telah diraih, dan selalu memiliki integritas yang tinggi, tanggung jawab moral, dan yang terpenting mampu memberi kontribusi kepada masyarakat luas. Pengukuhan guru besar memiliki makna penting, yaitu pengakuan terhadap sebuah prestasi yang diraih, pemberian otoritas keilmuan, serta peningkatan tanggung jawab.
Bertambahnya guru besar, lanjut Plt Rektor Dr. Herman, akan berkorelasi dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kapasitas kelembagaan Universitas Halu Oleo di dalam mengemban Tridharma Perguruan Tinggi. Tanggung jawab yang akan disandang semakin bertambah, dan terus mengembangkan dan mengabdikan diri untuk pengembangan ilmu pengetahuan, terutama dalam melakukan riset di bidang keilmuan masing-masing.
Ia juga menambahkan bahwa guru besar atau biasa dikenal dengan “Profesor” merupakan puncak karir jabatan fungsional seorang dosen di perguruan tinggi.
“Kepada para guru besar yang dikukuhkan hari ini, agar dapat memberikan aksi nyata untuk memajukan Universitas Halu Oleo dalam bidang keilmuanya masing-masing. Guru besar harus menghasilkan lebih banyak karya terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” pesan Plt Rektor Dr. Herman.
Guru besar, masih Plt Rektor Dr. Herman, sebagai academic leader atau kepemimpinan akademik harus meningkatkan layanan prima. Guru besar harus selalu berupaya menemukan cara tentang kepeloporan akademik yang ditunggu oleh masyarakat, selanjutnya guru besar berupaya memberikan jawaban atas persoalan yang ada di lingkungan akademik kampus dan di masyarakat dengan aksi nyata.
“Guru besar juga harus dapat menginspirasi seluruh dosen di Universitas Halu Oleo, terutama di Program Studinya masing-masing dalam memberikan bimbingan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas peneltian dan pengabdian kepada masyarakat agar dapat meningkatkan akreditasi program studi. Kinerja dan inovasi dapat meningkatkan kualitas diri dengan melakukan pengembangan profesionalitas berkelanjutan, membangun karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat, guna mencerdaskan kehidupan bangsa,” terang Plt Rektor Dr. Herman.
“Sungguh merupakan kebahagiaan bagi seluruh warga sivitas akademika Universitas Halu Oleo, jumlah guru besar saat ini 172 orang dalam bidang ilmu yang berbeda dan tersebar pada 14 Fakultas. UHO menargetkan jumlah guru besar sebelum tahun 2030 akan mencapai 200-250 orang. UHO berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat,” tutup Plt Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Herman, S.H., LL.M.
Adapun kedelapan guru besar yang dikukuhkan hari ini yakni Prof. Dr. Akhmad Marhadi, M.Sos., (Antropologi Maritim), Prof. Dr. Fransiscus Suramas Rembon (Pengelolaan Tanah dan Air), Prof. Dr. Ir. Rachmawati Hasid (Agronomi), Prof. Dr. Wali Aya Rumbia, S.E (Kebijakan Pembangunan), Prof. Dr. Eng. Ir. Lucas Kano Manggala, ST., M.T, IPM (Rekayasa Konversi Energi), Prof. Dr. Ir. Ahmad Syarif Sukri, ST., M.T., IPM, ASEAN, Eng. (Rekayasa dan Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Masyarakat), Prof. Dr. Anas Nikoyan, (Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Masyarakat), Prof. Dr. Eng. Ir. Sudarsono, S.T., M.Eng. (Rekayasa Material dan Metalurgi).
Laporan : Redaksi.
















