Pemerintah Kabupaten Konawe secara resmi memulai gerakan terpadu pelaksanaan dan pengawasan program strategis daerah untuk lima tahun ke depan. Dalam Rapat Koordinasi yang dibuka Bupati Yusran Akbar, ST di Aula Hotel Nugraha, Senin (29/9/25), seluruh pimpinan OPD, camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Konawe dikerahkan untuk menyatukan visi membangun dari desa dan menata kota, mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan mandiri.
MEDIASULTRA.CO.ID I KONAWE –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan dan Pengawasan Program Strategis Pemerintah Daerah Tahun 2025–2029. Acara penting ini secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., di Aula Hotel Nugraha, pada Senin (29 September 2025).
Rapat koordinasi ini tidak hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah momentum sinergi yang melibatkan seluruh rangkaian pemerintahan di Konawe. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), Ketua DPRD, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Konawe.
Kehadiran Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh Camat menandakan pendekatan yang komprehensif. Yang menjadi perhatian khusus adalah keikutsertaan seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Konawe, didampingi oleh Tenaga Ahli Pendamping Desa, menunjukkan fokus utama pembangunan yang dicanangkan.
Dalam sambutan pembukaannya, Bupati Yusran Akbar dengan tegas menyatakan bahwa rapat ini adalah fondasi untuk menyatukan langkah, pemahaman, dan komitmen seluruh pihak. Ia menekankan bahwa pelaksanaan dan pengawasan program strategis lima tahun ke depan membutuhkan koordinasi yang solid dari tingkat kabupaten hingga ujung tapak di desa dan kelurahan.
“Kita harus memiliki pemahaman yang sama. Program strategis kita untuk periode 2025-2029 harus dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya di pusat kota, tetapi hingga ke pelosok desa,” tegas Bupati Yusran di hadapan ratusan peserta rapat.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan visi besarnya: menjadikan desa dan kelurahan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan 291 desa dan 57 kelurahan yang tersebar, Konawe dinilai memiliki potensi luar biasa yang belum tergali optimal. Pembangunan, menurutnya, tidak boleh lagi terpusat di wilayah perkotaan.
“Pembangunan harus menyebar merata. Setiap desa memiliki kekuatan dan sumber daya lokalnya masing-masing. Tugas kita bersama adalah mengelola potensi itu agar melahirkan desa-desa yang mandiri, yang mampu menggerakkan roda perekonomian dari tingkat paling dasar,” papar Bupati penuh semangat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, program strategis daerah lima tahun mendatang akan diarahkan pada dua poros utama: memperkuat pembangunan desa dan menata kota. Bupati Yusran menyadari bahwa ini adalah tantangan besar yang mustahil dijalankan oleh pemerintah daerah sendirian.
“Ini adalah tugas kita bersama. Diperlukan kerja sama erat antara pemerintah daerah, kecamatan, aparat desa dan kelurahan, serta tentunya partisipasi aktif masyarakat. Sinergi ini mutlak adanya,” tambahnya.
Implementasinya akan dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi perangkat desa, hingga pengelolaan keuangan desa dan kelurahan yang transparan dan akuntabel. Bupati optimis, dengan pendampingan yang intensif, desa-desa di Konawe dapat bertransformasi.
“Harapan saya ke depan, desa-desa kita tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana transfer. Mereka harus mampu mandiri, mengelola dana desa dan pendapatan asli daerahnya untuk membiayai pembangunan. Inilah esensi dari cita-cita kita bersama: Konawe Bersahaja,” ujar Bupati.
Secara khusus, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Konawe untuk membangun dari desa sekaligus menata kota secara terarah. Kunci keberhasilan, menurutnya, terletak pada integrasi program yang sinergis antara APBD Kabupaten dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta Dana Kelurahan.
“Integrasi program melalui APBDes dan Dana Kelurahan adalah kunci agar setiap rupiah yang dikeluarkan tepat sasaran, efektif, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat langsung di kampung mereka,” tegasnya.
Selain sebagai ajang sosialisasi program, rapat koordinasi ini juga berfungsi sebagai wadah evaluasi dan sinkronisasi antar-perangkat daerah. Aspek pengawasan dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program menjadi poin yang turut ditekankan untuk mencegah penyimpangan dan memastikan keberlanjutan.
Dengan diselenggarakannya rapat ini, Bupati Yusran berharap seluruh pihak, dari level kabupaten hingga desa, dapat berkontribusi aktif sesuai tugas dan fungsinya. Hanya dengan kolaborasi yang solid, pembangunan daerah Konawe untuk lima tahun ke depan dapat berjalan optimal, transparan, adil, dan berkelanjutan, mengantarkan Konawe pada kejayaan yang dicita-citakan. JM
















