DaerahNews

Bupati Yusran Akbar Gebrak 28 Kecamatan, GPM Maraton Sukses Tekan Inflasi Konawe

×

Bupati Yusran Akbar Gebrak 28 Kecamatan, GPM Maraton Sukses Tekan Inflasi Konawe

Sebarkan artikel ini

MEDIASULTRA.CO.ID I UNAAHA – Masih dalam semangat memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe meluncurkan aksi besar-besaran berupa Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar maraton di 28 kecamatan secara serentak. Aksi digelar serentak sejak 30 Agustus lalu. Dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Dr. Ferdinand, Kepala Bulog Unaaha Muh. Abdan Djarmin, Kadis Ketahanan Pangan Abdul Hasim, Kadis Kominfo Akib Ras, serta seluruh camat, lurah, dan kepala desa dari lokasi pelaksanaan pangan murah ini.

GPM ini bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan aksi nyata untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus menekan laju inflasi di wilayah Konawe. Dengan harga yang jauh di bawah pasar, masyarakat kini bisa membeli kebutuhan pokok dengan lebih ringan di tengah tekanan ekonomi.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menegaskan bahwa GPM adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Gerakan Pangan Murah digelar serentak di 28 kecamatan sebagai bentuk nyata komitmen kami untuk menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau. Kami ingin masyarakat Konawe bisa bernapas lega, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar,” ujar Bupati Yusran dengan penuh semangat kepada media ini Jum’at (5/9/2025).

Ia menambahkan, GPM juga merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, yang selama ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Dengan menyalurkan bahan pokok secara langsung, pemerintah mampu memotong rantai distribusi panjang yang sering kali memperbesar harga di tingkat konsumen.

“Ini bentuk kehadiran negara di tengah rakyat. Kita ingin masyarakat merasakan langsung manfaat pembangunan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar,” ujar Bupati Yusran Akbar .

Di setiap lokasi GPM, warga berbondong-bondong mendatangi titik penyaluran. Mereka disambut dengan daftar harga yang begitu menggoda:

Beras SPHP: Rp58.000 – Rp60.000 per 5 kg

Gula Pasir: Rp17.000 per kg

Minyak Goreng: Rp15.000 per liter

Telur Ayam: Rp53.000 per rak (30 kg)

Capaian GPM: 124,5 Ton Beras dan Ribuan Liter Minyak Goreng Telah Disalurkan

Hingga hari ini, Jumat (5/9/2025), Pemda Konawe melalui Dinas Ketahanan Pangan, mencatat telah menyalurkan:

102,5 ton beras SPHP di 24 kecamatan

22 ton beras melalui Dinas Ketahanan Pangan

Total beras: 124,5 ton

Minyak goreng “Minyak Kita”: 8.280 liter

Gula pasir: 3.350 kg

Tak hanya itu, Dinas Ketahanan Pangan yang dikomandoi langsung Kadisnya, Abdul Hasim, SP, M.Si telah menggelar 13 kali GPM di halaman kantornya sejak 24 Juli lalu. Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan lokal.

GPM di 28 Kecamatan, Satu per Satu Menyentuh Hati Rakyat

Aksi GPM tidak hanya sekadar angka. Di balik angka-angka tersebut, ada cerita rakyat kecil yang lega karena bisa membeli beras dan minyak tanpa harus menguras tabungan.

Di Kecamatan Besulutu, masyarakat disuguhi 13 ton beras, 240 liter minyak goreng, dan 100 kg gula pasir. Antusiasme warga sangat tinggi, terutama ibu-ibu rumah tangga yang mengaku senang bisa berbelanja dengan harga terjangkau.

Sementara di Lambuya, Camat Ulil Amrin, SE., M.AP, menyampaikan bahwa 2 ton beras dan 20 dos minyak goreng langsung ludes dalam hitungan jam. “Warga sangat menanti-nantikan GPM ini. Ini membantu mereka yang selama ini kesulitan akibat kenaikan harga,” katanya.

Wawotobi mendapat jatah 4 ton beras, 600 liter minyak, dan 300 kg gula pasir. Masyarakat menyambutnya dengan sukacita, terutama petani dan pelaku UMKM yang penghasilannya cenderung tidak stabil.

Di Meluhu, 3 ton beras, 30 dos minyak goreng, dan 100 kg gula pasir habis terjual dalam waktu kurang dari 3 jam. “Ini bukti bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan,” ujar salah satu warga.

Unaaha, sebagai ibu kota kabupaten, mendapat 4 ton beras. Camat Asran Laloasa, S.Sos, M.Si, menyebut bahwa GPM menjadi napas segar bagi warga perkotaan yang terkena imbas inflasi terutama sektor pelaku usaha mikro kecil.

Wonggeduku Barat kebagian 2 ton beras, 87 dos minyak goreng, dan 200 kg gula. “Kami bersyukur pemerintah hadir di tengah kami. Ini membantu keluarga miskin dan rentan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Bondoala menerima 7 ton beras, 25 dos minyak, dan 100 kg gula. Camat setempat menyebut GPM sebagai “hadiah tak terduga” di tengah musim paceklik dan sebagian warganya bekerja disektor Indusri Morosi.

Amonggedo, yang dipimpin oleh Camat Hj. Megahwaty Ahudin, SE., M.Si, mendapat 10 ton beras, 40 dos minyak, dan 250 kg gula. “Ini membuktikan bahwa pemerintah daerah benar-benar peduli. Warga bisa bernapas lega,” katanya dengan penuh haru.

Pondidaha dan Abuki masing-masing mendapat 2 ton dan 7 ton beras, sementara Abuki juga mendapat 80 dos minyak goreng. “Ini membantu ibu-ibu, pedagang kecil dan warung jualan,” ujar salah satu pelaku UMKM.

Lalonggasumeeto dan Asinua turut merasakan manfaat besar. Asinua bahkan kebagian 1.200 liter minyak goreng dan 500 kg gula, menjadikannya salah satu kecamatan dengan alokasi terbesar untuk dua komuditas ini.

Uepai mencatat salah satu distribusi terbesar: 10 ton beras, 100 dos minyak, dan 1.000 kg gula. Camat Uepai, Masrul, S.Sos, MM menyebut antrean warga memadati lokasi GPM.

Latoma, meski wilayahnya kecil, tetap kebagian 1 ton beras dan 10 dos minyak. “Tidak ada wilayah yang ditinggalkan,” tegas Bupati Yusran.

Tongauna, yang dipimpin Camat Muh. Idil Daud, S.Sos., M.Si, mendapat 3 ton beras dan 30 dos minyak. “Kami apresiasi komitmen Bupati yang hadir langsung di beberapa wilayah kecamatan,” ujarnya.

Padangguni kebagian 7 ton beras, 100 dos minyak, dan 10 karung gula. “Ini membantu warga yang baru memasuki musim tanam,” kata seorang kepala desa.

Kecamatan Sampara, Onembute, Puriala, Konawe, Soropia, Routa, dan Anggaberi hingga Wonggeduku semua mendapat alokasi sesuai kebutuhan. Di Kecamatan Konawe, meski hanya 2 ton beras, minyak, dan gula, semua habis terjual. “Alhamdulillah habis,” ujar salah satu petugas.

GPM Sentuhan Nyata di Tengah Rakyat

Camat Amonggedo, Hj. Megahwaty Ahudin, SE., M.Si:

“GPM ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah. Warga Amonggedo sangat merasakan manfaatnya, terutama di tengah harga kebutuhan yang terus naik.”

Camat Unaaha, Asran Laloasa, S.Sos, M.Si:

“Kami sangat mendukung program ini. GPM tidak hanya membantu ekonomi rumah tangga, tapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.”

Camat Lambuya, Ulil Amrin, SE., M.AP:

“Warga di pelosok seperti Lambuya sangat terbantu. Minyak dan beras murah ini sangat dinantikan, terutama saat sekarang ini memasuki musim tanam”

Camat Tongauna, Muh. Idil Daud, S.Sos., M.Si:

“Aksi Bupati yang turun langsung ke lapangan memberi semangat baru. Ini bukti bahwa pemimpin kita dekat dengan rakyat.”

Konawe Bersahaja, Rakyat Sejahtera

Gerakan Pangan Murah bukan sekadar program, tapi manifestasi keberpihakan pemerintah daerah kepada rakyat. Di tengah momentum HUT RI ke-80, Konawe menunjukkan wajah pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berhati nurani dalam visi Konawe Bersahaja: Konawe Berdaya Saing, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan.

Dengan langkah strategis ini, Bupati Yusran Akbar tidak hanya memeriahkan hari kemerdekaan, tapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Semoga aksi ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (JM).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *