MEDIASULTRA.CO.ID I KONAWE -.Semangat pengabdian dan dedikasi tinggi keluarga besar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe mendapat pengakuan negara dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80. Sebanyak 34 Aparatur Sipil Negara (ASN) dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 124/TK/Tahun 2025, dalam upacara khidmat yang dipimpin langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Konawe, Marjuni Ma’mir, S.P., M.Si, Sabtu (3/1/2026), di Lapangan MAN 1 Konawe.
Mewakili Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST, Marjuni Ma’mir memimpin upacara yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Acara dihadiri secara kompak oleh Forkopimda Konawe, perwakilan SKPD, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Konawe H. Hasrun Taleo, SPDi, MPd, serta seluruh jajaran ASN setempat dan ratusan pelajar madrasah.
Momen puncak acara adalah penyerahan Satyalancana Karya Satya, penghargaan tertinggi bagi PNS atas kesetiaan dan prestasi kerja. Dari 34 penerima, 3 orang (Warni, S.Pd.I; Dra. Fatmawaty; Drs. Muhammad Rustaid) menerima tanda kehormatan untuk 30 tahun pengabdian (XXX Tahun). Sebanyak 18 orang dianugerahi untuk 20 tahun pengabdian (XX Tahun), termasuk Suarni, S.Pd.I dan Asmin, S.Ag., M.Pd. Sementara 13 orang, seperti Sitti Mariama, S.Ag dan Asmar Pagala, S.Ag., M.Si., menerimanya untuk 10 tahun pengabdian (X Tahun).
“Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir mengapresiasi setiap tetas keringat pengabdian ASN Kemenag di garis depan, baik di ruang kelas madrasah, di tengah masyarakat, maupun dalam tugas-tugas pemerintahan yang penuh tantangan,” ujar Marjuni Ma’mir saat membacakan sambutan Menteri Agama RI.
Sinergi Membangun Kerukunan yang Produktif
Dalam arahan yang disampaikan, tema HAB tahun ini ditegaskan bukan sebagai slogan, melainkan panggilan untuk aksi nyata. Sinergi antara pemerintah daerah, Kemenag, dan seluruh komponen masyarakat dinilai sebagai kunci menggerakkan kemajuan bangsa dan menjawab tantangan era digital, termasuk penguasaan Artificial Intelligence (AI) yang beretika.
H. Hasrun Taleo kepada awak media menyatakan bahwa penghargaan ini adalah momentum untuk menguatkan komitmen pelayanan. “Satyalancana ini bukan sekadar penghargaan waktu, tetapi pengakuan atas kontribusi substansial setiap penerima dalam membangun fondasi pendidikan agama yang berkualitas dan merajut kerukunan hidup umat beragama di Konawe. Mereka adalah inspirasi,” tegasnya.
Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti prosesi penyerahan. Para penerima, yang beberapa didampingi keluarga, tampak khidmat menerima penghargaan. Acara ditutup dengan ramah tamah yang merefleksikan kehangatan dan kekompakan keluarga besar Kemenag Konawe.
Penganugerahan ini tidak hanya menjadi catatan sejarah HAB ke-80, tetapi juga penegasan komitmen bersama untuk terus mengabdi, berinovasi, dan bersinergi mewujudkan visi Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat, dimulai dari kerja nyata di tingkat kabupaten. (JM).
















