MEDIASULTRA.CO.ID I KENDARI – Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Sultra periode 2025-2030 sukses melaksakan JMSI Sultra Talk di Hotel Claro Kendari, Jum’at 19 Desember 2025
Mengangkat tema “Peran Kritis Media Siber dalam Membangun Ekosistem Digital yang Berintegritas dan Berkeadilan” dialog yang dipandu Ketua Dewan Pembina JMSI Sultra M Nasir Idris, S.Ag, M.I.Kom ini diisi oleh Pemateri Wagub Sultra, Ir. Hugua, M. Ling, Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa, Anggota Dewan Pers Yogi Hadi Ismanto, SH, MH, Ketua DPD KAI Sultra Andre Darmawan, SH., MH.,CLA., CIL., CRA., C.LBC.
Wakil Gubernur Sultra membawakan materi berjudul “Peluang dan Tantangan Global dan Lokal/Internal”. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam forum tersebut merupakan wujud komitmen untuk mendekatkan diri dengan seluruh komunitas, termasuk insan pers.
“Kami hadir di tengah-tengah teman-teman pers. Bukan berarti pemerintah daerah datang untuk menggurui, tetapi hadir bersama-sama sebagai bagian dari komunitas untuk membangun daerah ini,” tegasnya.
Wakil Gubernur menekankan bahwa saat ini dunia berada dalam situasi global yang terus berubah, sehingga peran pers menjadi semakin penting. Ia mengutip pandangan Gerlach & Ely yang menyatakan bahwa media mencakup orang, material, dan kejadian yang mampu menciptakan kondisi belajar baru, serta pandangan Wilbur Schramm yang menyebut media massa sebagai organisasi yang mengatur dan mengelola aliran informasi dalam masyarakat.
Menurutnya, terdapat empat tugas utama media, yakni:
1. Sebagai katalisator antara pemerintah dan masyarakat;
2. Sebagai edukator bagi masyarakat;
3. Sebagai sarana promosi;
4. Sebagai pengawas kebijakan publik.
“Media adalah katalisator sekaligus edukator. Anda semua mentransformasikan setiap peristiwa menjadi informasi yang menciptakan proses pembelajaran baru bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu Anggota Dewan Pers, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers, Yogi Hadi Ismanto menyampaikan beberapa hal penting terkait tantangan pers masa kini.
“Media berita terus mengalami perkembangan, media cetak, media digital, dan kini kita memasuki era digital, serta yang paling baru kecerdasan buatan,” tuturnya.
“Menghadapi kecerdasan buatan atau AI, Dewan Pers sudah mengeluarkan pedoman peraturan penggunaannya,” tambahnya.
Lebih Lanjut ia juga menyampaikan bahwa kini Dewan Pers telah mempermudah untuk melakukan verifikasi administrasi dan faktual tetapi tetap berpegang pada kualitas.
Di tempat yang sama Dewar Pakar JMSI Sultra, Andre Darmawan juga mengulas terkait problematika pers saat ini dan penggunaan kecerdasan buatam
“Pers atau media Berita mesti menjadi garda terdepan, sebagai pilar ke empat demokrasi, ada kata no viral no justice, terkadang mesti di sorot media baru bisa diatensi, kita harap teman-teman media khususnya anggota JMSI Sultra terus mengawal kebijakan pemerintahan,” tuturnya.
“Saya mengikuti betul perkembangan pers, bahkan kemarin ada penulis yang menggunakan kecerdasan buatan, tapi asal menggunakan, dia sebut pasal yang sudah tidak berlaku, jadi jangan asal menggunakan kecerdasan buatan,” ungkapnya.
Selain itu, Ketum JMSI, Dr Teguh Santosa juga menuturkan bahwa JMSI memiliki data base anggota yang lengkap.
“Saat ini kita sudah 900 anggota dan bisa di cek di website JMSI, kemarin pernah kita pangkas, dan bertambah lagi, kuantitas dan kualitas mesti berbarengan,” pungkasnya.
Laporan : Redaksi.
















