DaerahNews

Panen Raya Serentak Kemenimipas: Konawe Sumbang Hasil Pertanian untuk Ketahanan Pangan Nasional

×

Panen Raya Serentak Kemenimipas: Konawe Sumbang Hasil Pertanian untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

MEDIASULTRA.CO.ID I KONAWE – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mencatatkan capaian signifikan dalam program ketahanan pangan nasional dengan melaksanakan Panen Raya Serentak di seluruh unit pelaksana teknisnya, Kamis (15/1/2026).

Dari pusat kegiatan di Lapas Kelas I Cirebon yang diikuti secara daring seluruh Indonesia, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengumumkan total hasil panen mencapai 123.557 kilogram (lebih dari 123 ton) dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Hasil panen nasional ini merupakan karya lebih dari 12.000 warga binaan di berbagai lembaga pemasyarakatan.

Secara paralel, di wilayah timur Indonesia, di Sulawesi Tenggara, Bupati Konawe Yusran Akbar secara langsung hadir dan mendukung panen raya jagung di Rutan Kelas IIB Unaaha, yang ditunjuk sebagai pusat kegiatan serentak se-Sulawesi Tenggara.

Rincian Capaian Nasional dan Pernyataan Pimpinan

Menteri Agus Andrianto, didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi, menegaskan bahwa Panen Raya Serentak ini bukan sekadar pencapaian kuantitas.

“Panen Raya Serentak merupakan bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan, serta bentuk kontribusi nyata permasyarakatan dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional,” ujar Mashudi dalam laporannya kepada Menteri Agus di Cirebon.

Data yang dirilis menunjukkan komposisi capaian nasional:

Sektor Pertanian & Perkebunan: 99.930 kg (padi, jagung, hortikultura, singkong, kelapa)

Sektor Peternakan: 4.019 kg (ayam, bebek, kambing, domba)

Sektor Perikanan: 19.608 kg (ikan lele, nila, patin, gurame, udang)

Fokus di Konawe: Kolaborasi Daerah dan Makna Pembinaan

Di Kabupaten Konawe, kegiatan yang berpusat di Rutan Unaaha berlangsung khidmat. Rutan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Dirjenpas Sulawesi Tenggara, Sulardi.

Turut hadir Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, Ketua TP PKK Konawe Hania Yusran Akbar, Kapolres Konawe AKBP Nur Alam, Ketua Pengadilan Negeri Unaaha, serta sejumlah kepala OPD.

Dalam sambutannya, Kakanwil Sulardi menjelaskan makna strategis kegiatan ini.

“Panen raya ini bukan hanya soal kuantitas hasil pertanian, tetapi juga upaya menghadirkan citra lapas dan rutan sebagai tempat pembinaan yang produktif dan positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini adalah wujud nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian untuk mengembangkan potensi warga binaan di sektor pertanian dan perkebunan.

Komitmen Bupati Konawe dan Distribusi Hasil

Menanggapi hal tersebut, Bupati Konawe Yusran Akbar menyampaikan apresiasi dan komitmen penuh Pemerintah Daerah.

“Ketahanan pangan memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di semua wilayah,” kata Bupati Yusran.

Dia menegaskan kesiapan Pemkab Konawe untuk berkolaborasi, termasuk menyediakan benih dan bibit yang dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah Rutan Unaaha dan sekitarnya.

Sulardi juga menginformasikan bahwa hasil panen dari berbagai UPT pemasyarakatan di Sultra, seperti di Kolaka, Buton, Raha, dan Kendari yang meliputi jagung, ubi jalar, nanas, melon, dan timun akan disalurkan sebagai bantuan sosial.

“Sebagian dari hasil panen selanjutnya akan disalurkan kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Padang,” jelas Sulardi.

Program Strategis Nasional dan Visi Ke Depan

Secara keseluruhan, program ketahanan pangan Kemenimipas hingga akhir Desember 2025 telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan luas lahan garapan mencapai 4.424.101 meter persegi.

Menteri Agus Andrianto menegaskan, program ini selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan.

“Kami ingin mewujudkan konsep sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Di satu sisi, kami membina warga binaan dengan pelatihan dan pemberdayaan. Di sisi lain, kami turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional,” jelas Menteri Agus.

Program ini tidak hanya fokus pada pertanian, tetapi juga menggenjot kemampuan warga binaan di sektor UMKM melalui bengkel pelatihan kerja di dalam lapas, yang diharapkan dapat mendatangkan keuntungan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan mereka pasca-pembebasan. (JM).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *