MEDIASULTRA.CO.ID I KENDARI – PT Tadisangka Group, didukung oleh Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kendari, sukses menggelar akad massal kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang melibatkan 45 unit rumah dari sembilan lokasi perumahan yang tersebar di wilayah Kendari dan sekitarnya.
Kegiatan akad ini menjadi momentum istimewa bagi para user (calon pemilik rumah) karena PT Tadisangka Group memberlakukan kebijakan unik DP nol persen.
Acara akad massal ini diselenggarakan di salah satu hotel terbesar di Sultra sebagai bentuk apresiasi bagi para user yang berhasil melewati proses verifikasi ketat.
Saharuddin Ashar, Owner PT Tadisangka Group, mengungkapkan bahwa kebijakan DP nol persen lahir dari pengalaman pribadinya yang pernah merasakan susahnya memiliki tempat tinggal.
“Saya memang bercita-cita untuk memberikan rumah buat warga Kendari dan Sulawesi Tenggara sebanyak-banyaknya. Kenapa? Karena saya pernah rasakan tinggal menumpang,” ujar Saharuddin yang juga Ketua Apers Jaya.
Ia menceritakan perjuangannya pada tahun 2010 saat belum memiliki rumah dan membutuhkan waktu hingga tiga tahun untuk membangun rumahnya sendiri.
Pengalaman ini memotivasi pendirian perusahaannya pada tahun 2019 dengan tujuan utama bukan mencari keuntungan semata, melainkan memberikan rumah layak huni.
“Supaya warga Kendari bisa memiliki rumah. Tujuan saya itu,” tegasnya, seraya menjelaskan bahwa kebijakan DP nol persen ini dimungkinkan berkat arahan dan izin dari APERNAS Jaya Pusat.
Dalam akad massal kali ini, total 45 unit dari target 60 unit bulan ini berhasil diakadkan, mencakup lokasi di Puwatu, Abeli, Lepo-Lepo, Kommeto, dan Wanggu. PT Tadisangka Group juga menargetkan pengembangan hingga 40 hektar dan pembangunan 1.000 unit rumah pada tahun depan.
Andi Muhammad Yusuf, Branch Manager BNI Cabang Kendari, menyambut baik akad massal ini dan memuji kebijakan DP nol persen dari developer sebagai langkah yang patut dicontoh.
“Niatnya memang untuk memberikan, membangun rumah untuk masyarakat Kendari, Sultra dengan segala keringanan yang diberikan. Salah satunya adalah DP nol persen yang tidak semua developer mengambil kebijakan seperti itu,” kata Andi Muhammad Yusuf.
Ia menekankan bahwa penyediaan rumah subsidi merupakan hasil kolaborasi antara developer, perbankan, notaris, dan para user.
BNI saat ini masih memiliki sisa target penyaluran KPR subsidi sebesar Rp333 juta hingga Desember dan optimis target tersebut akan tercapai dengan dukungan developer seperti PT Tadisangka.
Kepada para user, BNI berpesan untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan, terutama dengan menjaga kelancaran pembayaran angsuran.
“Tolong dijaga kepercayaan itu, tolong dijaga dengan tentunya jangan sampai ada keterlambatan dalam pembayaran. Karena kalau ada cacat-cacat tentunya nanti akan berpengaruh, tidak akan di-support dari bank mana pun,” imbaunya.
Pihak BNI juga berharap para developer, meskipun menyediakan rumah subsidi, tetap mengutamakan kualitas hunian agar benar-benar layak bagi masyarakat. (HT/RED).
















