DaerahNews

Sidang Isbat Hari Ini, Awal Ramadan 1447 H Menanti

×

Sidang Isbat Hari Ini, Awal Ramadan 1447 H Menanti

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Tim rukyatul hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara saat memantau secara langsung hilal penentuan 1 Syawal 1442 Hijraih atau 2021 Masehi pada, Selasa, (11/5). Pemantauan dilaksanakan dipusatkan di Pantai Wolulu, Kelurahan Wolulu, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka. (ANTARA/HO-Humas Kemenag Sultra).

MEDIASULTRA.CO.ID I KENDARI – Parameter ketinggian bulan (hilal) kembali menjadi faktor kunci dalam penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar rukyatul hilal pada Selasa, 17 Februari 2026, di 96 titik di seluruh Indonesia. Hasilnya akan dibahas dalam sidang isbat di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta.

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB.

Namun, saat matahari terbenam, ketinggian bulan di Indonesia masih negatif, yakni antara -2° 24’ 42’’ hingga -0° 58’ 47’’. Artinya, hilal berada di bawah ufuk.

Dalam kriteria MABIMS yang digunakan pemerintah, salah satu syarat utama visibilitas hilal adalah tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Dengan tinggi bulan yang masih di bawah nol derajat, secara teoritis hilal belum memenuhi syarat untuk menandai masuknya 1 Ramadan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa keputusan awal Ramadan tetap menunggu integrasi data hisab dan rukyat.

“Sidang isbat mempertemukan perhitungan astronomi dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan,” ujarnya.

Meski hisab menunjukkan tinggi bulan belum mencapai ambang batas, Kemenag tetap melakukan rukyatul hilal. Pengamatan melibatkan Kanwil Kemenag, Pengadilan Agama, Ormas Islam, serta instansi terkait, termasuk BMKG.

Seluruh hasil rukyat dari 96 lokasi akan menjadi bahan utama sidang isbat. Pemerintah kemudian mengumumkan secara resmi penetapan 1 Ramadan 1447 H melalui konferensi pers.

Dengan tinggi bulan yang belum mencapai 3 derajat sebagai syarat visibilitas, umat Islam di Indonesia kini menanti keputusan final pemerintah, proses yang memadukan akurasi sains dan pertimbangan syariat.

Laporan : Redaksi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *