MEDIASULTRA.CO.ID I UNAAHA – Peredaran narkoba di Bumi Anoa benar-benar gila. Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk peringkat teratas nasional peredaran narkoba. Sedangkan Kabupaten Konawe, masuk peringkat teratas tingkat provinsi.
Informasi ini diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Konawe, H. Syamsul Ibrahim saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Konawe, di Kantor BNNK Konawe, Rabu (21/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Syamsul mengatakan, saat ini Sultra berada pada tingkat atas peredaran narkoba. Sementara Konawe menduduki peringkat pertama dari 17 kabupaten dan kota se-Sultra.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab dan BNNK Konawe mulai melakukan langkah strategis, seperti Pembentukan Unit Pelaksana Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Tingkat Desa.
Selain itu kata Syamsul, Pemkab dan BNNK Konawe telah melakukan langkah serius lainnya dalam mencegah peredaran narkoba dengan melakukan tes urine di tingkat OPD hingga siswa.
Sementara itu Kepala BNNK Konawe, Kompol H. Bandus Tira Wijaya, saat ini ada 9 desa masuk zona merah peredaran narkoba dan kondisi itu kata dia bisa bertambah setelah dilakukan evaluasi.
Sehingga lanjut Tira, pihaknya akan membentuk tim terpadu untuk minimal satu orang di tiap desa untuk memantau peredaran narkoba, baik di zona merah maupun zona hijau. Sebagai langkah awal, Tira menarget 28 desa zona hijau, termasuk 9 desa zona merah.
“Untuk desa-desa ini kami beri dua tindakan, yakni pencegahan pemberdayaan masyarakat (P2M) dan rehabilitasi,” terangnya.
Senada dengan yang diungkapkan Wabup Konawe, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN sebelumnya telah merilis data kawasan rawan narkoba berdasarkan kategori waspada dan berbahaya per provinsi di Indonesia tahun 2024.
Dalam data yang dirilis Maret 2025 tersebut, Sultra menjadi daerah yang paling rawan narkoba dengan kategori bahaya 94 dan waspada 1.146 kasus. Totalnya mencapai 1.240 kasus. Sultra bahkan mengalahkan Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat yang berada di posisi kedua, ketiga dan keempat.
Laporan: JM
















