AdvertorialDaerahNewsPemerintahan

Konawe Bersahaja Berbuah Prestasi: Bupati Yusran Akbar Dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Sultra

×

Konawe Bersahaja Berbuah Prestasi: Bupati Yusran Akbar Dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Sultra

Sebarkan artikel ini
Bupati Konawe Yusran Akbar (kanan) menerima Sultra Award. Penghargaan diberikan atas dedikasi luar biasa dalam membangun desa dan menata kota melalui konsep Konawe Bersahaja.

“Penghargaan ini adalah batu loncatan, bukan garis finis. Kita butuh lebih banyak Yusran Akbar di Sultra — pemimpin yang kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas.”

Kendari, MEDIA SULTRA.CO.ID |

Ketika mimpi besar bertemu dengan kerja nyata, lahir sebuah transformasi yang tak hanya menggetarkan Konawe, tapi juga seluruh Sulawesi Tenggara. Di tengah hiruk-pikuk pemerintahan daerah yang kerap terjebak dalam rutinitas birokrasi, Bupati Konawe Yusran Akbar justru tampil beda: visioner, inovatif, dan berani mengambil langkah-langkah strategis yang berdampak langsung ke akar rumput. Kini, jerih payahnya membuahkan hasil manis: Sultra Award Kendari Pos 2025, penghargaan bergengsi yang diberikan oleh salah satu media terkemuka di Sultra, sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan transformatif, komitmen pembangunan berkeadilan, dan loyalitas terhadap visi Konawe Bersahaja.

Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST terus mendorong penguatan sektor pertanian untuk mencapai tujuan Konawe Bersahaja

Di balik gemuruh mesin pembangunan yang terus menggelinding di Kabupaten Konawe, ada satu sosok yang tak pernah lelah menancap gas: Bupati Yusran Akbar. Bersama Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, ia menggagas konsepsi Konawe Bersahaja — sebuah filosofi kepemimpinan yang menyatukan keberpihakan pada desa, kecanggihan kota, serta kerendahan hati dalam berlayanan. Dan bukan sekadar jargon. Membangun Desa, Menata Kota benar-benar diwujudkan dalam aksi-aksi konkret yang menyentuh hajat hidup rakyat.

Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST menempatkan Expo Inovasi Pembangunan Desa sebagai batu loncatan menuju Konawe Bersahaja.

Salah satu bukti nyata adalah Expo Inovasi Desa 2025, ajang kolosal yang digelar 5–11 November lalu di Kompleks STQ Unaaha. Sebanyak 291 desa — hampir seluruh desa di Konawe — turun tangan menampilkan ide brilian mereka: dari bank sampah berbasis koperasi, pengolahan pangan lokal berbasis UMKM, hingga sistem pelaporan desa digital yang terintegrasi dengan Dinas PMD. Tidak hanya sekadar pameran, event ini menjadi laboratorium sosial tempat inovasi lokal dipetakan, dievaluasi, lalu dikembangkan menjadi program strategis daerah.

Bupati Yusran Akbar ST saat panen buah klengngkeng salah satu komuditas unggulan Kabupaten Konawe.

Tapi kerja Yusran tak berhenti di situ. Ia sadar: PAD Konawe punya batas. Maka ia aktif melobi pemerintah pusat, menjemput program prioritas nasional seperti Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Pembangunan Jalan Strategis Nasional, hingga Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Plus. Hasilnya? Infrastruktur jalan tembus ke pelosok, RSUD Unaaha kini dilengkapi telemedicine, sekolah-sekolah di pedalaman mendapat guru penggerak, dan sentra perikanan budidaya mulai tumbuh subur di wilayah pesisir.

“Kami tidak ingin sekadar membangun beton. Kami ingin membangun manusia, harga diri, dan masa depan,” kata Yusran dalam pernyataannya usai menerima Sultra Award di Claro Hotel Kendari, Rabu (12/11/2025). Di hadapan Gubernur Sultra, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, dan awak media, ia tampil rendah hati, namun penuh keyakinan.

Penghargaan itu bukan datang dari ruang hampa. Kendari Pos, sebagai bagian dari Grup Jawa Pos yang telah berusia 30 tahun, melakukan riset mendalam, survei publik, serta penilaian oleh dewan juri independen yang terdiri dari akademisi, praktisi media, dan tokoh masyarakat. Dari 37 tokoh yang menerima award tahun ini, Yusran satu-satunya Bupati yang dinilai unggul di empat aspek sekaligus: inovasi pemerintahan, keberpihakan pada desa, kolaborasi dengan pusat, dan transparansi anggaran.

Dr. Mahdar Tayong, Direktur Utama Kendari Pos, menegaskan: “Sultra Award bukan sekadar seremoni. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral media untuk menguatkan narasi positif, menyoroti mereka yang bekerja dalam diam namun berdampak luas. Pak Yusran adalah salah satunya — pemimpin yang berani break the system, tapi tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal.”

Dan apresiasi tertinggi datang dari Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang dalam sambutannya menyebut: “Penghargaan ini adalah batu loncatan, bukan garis finis. Kita butuh lebih banyak Yusran Akbar di Sultra — pemimpin yang kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas.” Ia lalu menekankan pentingnya sinergi tritunggal: pemerintah, masyarakat, dan media — sebagai poros utama pembangunan berkelanjutan.

Di balik sorotan panggung dan gemerlap penghargaan, Yusran kembali ke Unaaha esok harinya. Tak ada istirahat. Agenda pertemuan dengan Kepala Desa soal digitalisasi BUMDes, supervisi proyek jalan poros Wawotobi–Wawolesea, dan Rapat Koordinasi Percepatan Stunting sudah menunggu. Karena baginya, Bersahaja bukan slogan — tapi cara hidup. Dan Konawe Bersahaja bukan mimpi — tapi komitmen yang terus ditulis ulang, hari demi hari, desa demi desa. JM

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *