MEDIASULTRA.CO.ID | MUNA – Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Kabupaten Muna berkolaborasi dengan Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani melalui sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Kegiatan tersebut digelar di Balai Pertemuan Desa Labulu-Bulu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Rabu (7/10/2026), dengan melibatkan petani sawah dari Kecamatan Parigi dan wilayah sekitarnya.
Sosialisasi ini turut dihadiri jajaran Bank Sultra, Kepala Desa Labulu-Bulu A. Ramadhan Syahid, S.Si., serta sejumlah kelompok tani.
Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Muna, Fedumu, S.TP., MP, mengatakan kemudahan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan usaha pertanian. Melalui dukungan permodalan, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas skala usaha mereka.
Namun, menurutnya, masih terbatasnya informasi mengenai fasilitas kredit perbankan menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani dalam mengakses sumber pembiayaan.
Karena itu, sosialisasi secara langsung dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai persyaratan, prosedur pengajuan, hingga pemanfaatan kredit yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani.
Fedumu juga berharap Bank Sultra dapat memberikan ruang konsultasi dan pendampingan bagi kelompok tani yang ingin mengakses fasilitas pembiayaan tersebut.
Selain program KUR, DPD Tani Merdeka Kabupaten Muna turut mendorong pemanfaatan kredit Alsintan untuk menunjang efisiensi kegiatan pertanian. Dukungan pembiayaan alat dan mesin pertanian diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efektivitas kerja dan hasil produksi.
Meski demikian, Fedumu menekankan bahwa dukungan modal perlu disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan teknologi pertanian, serta pendampingan yang berkelanjutan agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan secara optimal oleh petani.
Dalam kegiatan tersebut, pihak Bank Sultra memaparkan berbagai fasilitas pembiayaan yang tersedia, termasuk mekanisme pengajuan dan ketentuan bagi calon debitur.
Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pihak perbankan guna memperoleh penjelasan mengenai skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi usaha tani masing-masing.
Sementara itu, Kepala Desa Labulu-Bulu, A. Ramadhan Syahid, menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan tambahan informasi bagi masyarakat, khususnya petani, mengenai peluang memperoleh akses permodalan melalui perbankan.
DPD Tani Merdeka Kabupaten Muna berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah sentra pertanian lainnya. Sinergi antara petani, perbankan, dan pemerintah diharapkan semakin kuat dalam mendorong pengembangan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.*















