MEDIASULTRA.CO.ID I KENDARI – PT Wawonii Mineral Industri Indonesia (WMII) bakal mendirikan pabrik smelter di Kanawe Kepulauan tepatnya di Wawonii. Hal ini disampaikan langsung oleh Sutargo Agus, S.Sos selaku Direktur Utama PT WMII dan Aditya Warman selaku komisaris utama PT WMII yang nota bene adalah putra daerah, kepada media ini, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya proses perijinan pembangunan smelter ini sudah dimulai sejak tahun 2024, dan setelah melalui perjuangan panjang, mulai dari peninjauan lokasi, rencana pembangunan, dan Alhamdulillah kini mendekati kenyataan yang menandai era baru hilirisasi di Kabupaten Konawe Kepulauan.
Adapun, lanjut pria yang akrab disapa Agus Argo ini, yang membuat Aditya terobsesi sehingga tercetus ide untuk mendirikan pabrik smelter di Wawonii semata-semata agar nikel dan hasil kerutan yang dihasilkan perusahaan tambang bisa digunakan dan tidak terbuang keluar.
“Wawonii ini kan jalur lintas kapal kargo dari Kolaka Utara, Konawe Selatan, Kabaena. Untuk itu sebagai putra daerah Aditya menggunakan kesempatan ini agar masyarakat Wawonii dapat merasakan manfaatnya, karena dengan adanya smelter ini, bakal akan menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, sehingga dengan begitu bisa meningkatkan nilai ekonomi di wilayah Konkep. Sehingga dengan kehadiran smelter milik PT WMII ini nanti akan meningkatkan pendidikan, kesehatan dan pembangunan,” jelas Agus.
Visi Perusahaan : menjadi perusahaan industri mineral terdepan di Indonesia yang berfokus pada pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Misi Perusahaan : Melakukan operasi yang bertanggung jawab derigan menerapkan standar pengelolaan lingkungan yang tinggi, termasuk pengelotaan limbah, rehabilitasi lahan pasca tambang, dan pelestarian ekosistem di sekitar area operasional. Serta aktif dalam pengembangan industri mineral di Indonesia dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional dengan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia dan ekonomi daerah.
Laporan : Redaksi.
















