DaerahNews

Peringati Hari Bumi 2026, UHO Tanam 30 Pohon Endemik Sulawesi di Kebun Hayati

×

Peringati Hari Bumi 2026, UHO Tanam 30 Pohon Endemik Sulawesi di Kebun Hayati

Sebarkan artikel ini

MEDIASULTRA.CO.ID I KENDARI – Unit Penunjang Akademik (UPA) Kebun Hayati Universitas Halu Oleo (UHO) bersama Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) dan Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO menggelar aksi penanaman pohon endemik Sulawesi dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor I UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, SP., MP., serta dihadiri Ketua Umum AMI Prof. Dr. Ir. Hj. Husna Faad, M.P., dan Kepala UPA Kebun Hayati UHO, Prof. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si. Sejumlah dosen dan mahasiswa kehutanan juga turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Dalam sambutannya, Prof. Santiaji mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga ini sebagai langkah strategis dalam pelestarian lingkungan sekaligus penguatan fungsi akademik kampus.

“Penanaman pohon endemik ini merupakan langkah nyata dalam menyelamatkan tumbuhan langka sekaligus berkontribusi dalam menjaga siklus karbon bagi kehidupan manusia,” ujarnya dilansir dari Media Online Koran Headline, Minggu (12/04/2026).

Ia menegaskan, Kebun Hayati UHO kini menjadi ruang kolaboratif lintas disiplin, melibatkan berbagai fakultas seperti Kehutanan, MIPA, Pertanian hingga Ilmu Budaya, mengingat tanaman endemik memiliki nilai ekologis dan kultural yang tinggi.

Sementara itu, Prof. Husna Faad mengungkapkan bahwa kerja sama antara AMI dan Kebun Hayati UHO telah terjalin sejak 2021. Dalam program tersebut, sejumlah tanaman endemik seperti kalapi, kayu kuku, angsana, dan merbau telah berhasil dibudidayakan.

“Seluruh tanaman menggunakan pupuk hayati mikoriza. Kami juga mendukung melalui penyediaan bibit dan pupuk secara gratis,” jelasnya.

Di sisi lain, Prof. Faisal Danu Tuheteru menyebutkan bahwa dalam kegiatan kali ini, sekitar 30 jenis pohon ditanam, termasuk eboni dan berbagai spesies khas Sulawesi lainnya.

Menurutnya, penanaman ini merupakan bagian dari pengembangan Taman Tumbuhan Endemik dan Taman Eboni yang telah masuk dalam master plan Kebun Raya UHO. Ke depan, pihaknya juga akan mengembangkan taman palem Sulawesi dan taman Myrtaceae secara bertahap.

“Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20 mahasiswa, mulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman,” ungkapnya.

Saat ini, koleksi tumbuhan kayu endemik Sulawesi di Kebun Hayati UHO telah mencapai lebih dari 200 jenis. Koleksi tersebut diharapkan terus terjaga dan berkembang sebagai aset penting dalam edukasi, penelitian, serta upaya konservasi lingkungan di Sulawesi Tenggara.*

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *