DaerahNewsPeristiwa

Puluhan Santri Al-Askar Kendari Alami Mual hingga Muntah, Diduga Usai Santap MBG

×

Puluhan Santri Al-Askar Kendari Alami Mual hingga Muntah, Diduga Usai Santap MBG

Sebarkan artikel ini

MEDIASULTRA.CO.ID I KENDARI – Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Askar, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (18/9/2026).

Sejumlah santri mengalami gejala seperti mual, pusing hingga muntah. Pengurus pesantren kemudian membawa santri yang mengalami keluhan ke Puskesmas Lepo-Lepo untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi di lapangan, jumlah santri yang mengalami keluhan mencapai puluhan orang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti santri yang mendapatkan perawatan.

Di Puskesmas Lepo-Lepo, sejumlah santri terlihat menjalani pemeriksaan dan penanganan medis. Petugas kesehatan memberikan perawatan sesuai kondisi masing-masing pasien, termasuk pemasangan infus dan pemberian obat.

Tenaga medis juga terlihat sibuk menangani para santri yang datang secara berkelompok.

Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami para santri tersebut berkaitan dengan makanan MBG.

Dugaan keracunan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, baik secara medis maupun melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi apabila diperlukan.

Seorang petugas Puskesmas Lepo-Lepo yang ditemui di lokasi meminta awak media untuk sementara tidak melakukan wawancara maupun mengambil gambar di area penanganan pasien.

“Mohon maaf, untuk saat ini jangan dulu diwawancarai atau mengambil foto-foto lokasi penanganan,” ujar petugas tersebut.

Ia menyebutkan, tenaga kesehatan masih berkonsentrasi memberikan pelayanan kepada para santri.

Penyebab Belum Diketahui

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan yang dialami para santri.

Pimpinan Ponpes Al-Askar juga belum berhasil dikonfirmasi terkait kronologi pembagian makanan MBG, termasuk waktu makanan dikonsumsi serta kapan gejala mulai dirasakan.

Kepala Puskesmas Lepo-Lepo pun belum memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan medis awal maupun jumlah pasien yang menjalani perawatan.

Karena itu, informasi mengenai dugaan keracunan masih harus dipandang sebagai dugaan dan belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa keluhan para santri disebabkan makanan MBG.

Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya keterkaitan dengan makanan MBG, penelusuran dapat dilakukan terhadap seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan, distribusi hingga makanan dikonsumsi.

Sebaliknya, apabila pemeriksaan medis maupun laboratorium menemukan faktor penyebab lain, hasil tersebut juga penting disampaikan kepada publik untuk memastikan informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpulan keliru.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena sejumlah santri mengalami keluhan kesehatan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Untuk saat ini, prioritas utama adalah memastikan seluruh santri yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka segera stabil.

Sementara penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak terkait.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 5–10 opsi judul yang lebih menarik untuk portal berita, termasuk judul yang fokus pada puluhan santri, dugaan keracunan MBG, atau penanganan di Puskesmas Lepo-Lepo.*

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *