MEDIASULTRA.CO.ID | KENDARI – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau *Artificial Intelligence* (AI). Kegiatan yang diselenggarakan Laboratorium Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UHO ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan teknologi AI, khususnya untuk merancang iklan layanan masyarakat yang kreatif, efektif, dan memiliki dampak sosial.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Program Pelatihan *Soft Skill* 2026. Sebelumnya, program ini telah menggelar Pelatihan Jurnalistik Lapangan dan AI pada 10 Oktober 2026, serta Pelatihan Periksa Fakta dan Verifikasi Informasi pada 17 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut turut melibatkan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Kendari sebagai mitra.
Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UHO, Aswan Zanynu, menekankan pentingnya pengembangan keterampilan praktis mahasiswa yang selaras dengan kemajuan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Trisusilo Raharjo yang menyampaikan materi mengenai pembuatan iklan layanan masyarakat berbasis AI, serta Jumrana yang memberikan pemahaman tentang teknologi kecerdasan artifisial dan pemanfaatannya.
Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi, Yunita Simatupang, mengatakan materi pelatihan tersebut berkaitan erat dengan sejumlah mata kuliah dalam kurikulum, di antaranya Promosi dan Periklanan, Komunikasi Pembangunan, serta *Public Speaking*.
Menurutnya, kegiatan ini juga mendukung penerapan pendekatan *Outcome-Based Education* (OBE), yakni sistem pembelajaran yang menitikberatkan pada capaian kompetensi mahasiswa melalui kemampuan mereka menunjukkan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Setelah mengikuti pelatihan, mahasiswa akan menjalani pendampingan selama dua minggu untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan AI.
Kepala Laboratorium Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UHO, Jumrana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui kolaborasi dengan berbagai mitra.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu produksi konten, tetapi juga menghasilkan karya yang edukatif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi kepentingan publik.*
















